Archive

Archive for August, 2009

Apa itu Software (Komputer) – Definisi Software

August 31, 2009 22 comments

ada yang bilang “software itu ya program” ada juga yang bilang “software itu Windows, Linux, dll” . Semua jawaban itu tidak ada yang salah. Tapi bagi saya informasi itu masih kurang lengkap. Lalu saya mencari-cari di internet dan banyak sekali website yang mendefinisikan tentang apa itu software.

Dari sekian banyaknya definisi tersebut, kemudian saya pelajari dan saya kelompokkan dan akhirnya dapat saya simpulkan software dikelompokkan ke dalam 3 pengertian yaitu berdasarkan definisi, jenis dan fungsinya.

Definisi

Software adalah kumpulan instruksi  yang berfungsi untuk menjalankan suatu perintah, seperti memberikan informasi tentang hardware, menentukan fungsi hardware, dan menjalankan sistem.

Agar komputer dapat membaca, mengingat, membuat keputusan (membandingkan), menghitung, menyortir, dan menghasilkan keluaran berupa informasi dalam monitor atau
cetakan, komputer harus dapat membaca dan memasukkan program ke dalam memori utamanya. Program adalah instruksi dalam bahasa mesin atau yang dapat dibaca oleh komputer yang dirancang untuk tujuan tertentu sehingga kalau operator menjalankan komputer dan memijat tombol tertentu (misalnya untuk memroses data akuntansi) disebut
dengan program aplikasi (aplication program). Pengertian perangkat lunak menunjuk pada program dan alat bantu lain yang bersifat menambah kemampuan komputer sebagai alat untuk melaksanakan tugas atau operasi tertentu. Program aplikasi dapat dibuat secara khusus untuk memenuhi kebutuhan khusus pula (tailor-made) atau berupa paket yang mempunyai aplikasi umum.

Disebut juga dengan perangkat lunak, merupakan kumpulan beberapa perintah yang dieksekusi oleh mesin komputer dalam menjalankan pekerjaannya. perangkat lunak ini merupakan catatan bagi mesin komputer untuk menyimpan perintah, maupun dokumen serta arsip lainnya.


Merupakan data elektronik yang disimpan sedemikian rupa oleh komputer itu sendiri, data yang disimpan ini dapat berupa program atau instruksi yang akan dijalankan oleh perintah, maupun catatan-catatan yang diperlukan oleh komputer untuk menjalankan perintah yang dijalankannya. Untuk mencapai keinginannya tersebut dirancanglah suatu susunan logika, logika yang disusun ini diolah melalui perangkat lunak, yang disebut juga dengan program beserta data-data yang diolahnya. Pengeloahan pada software ini melibatkan beberapa hal, diantaranya adalah sistem operasi, program, dan data. Software ini mengatur sedemikian rupa sehingga logika yang ada dapat dimengerti oleh mesin komputer.

Jenis

Berdasarkan jenisnya, software dibagi menjadi 3 yaitu :

  • Firmware (BIOS)
  • Sistem Operasi (Windows, Linux, Mac OS, dll)
  • Software Aplikasi (Photoshop, WinAmp, WinZip, dll)

Propietary software

Propietary software adalah perangkat lunak yang tidak bebas atau semi bebas dan tidak terbuka. Pengguna dilarang atau minta ijin atau dikenakan pembatasan lainnya jika menggunakan, mengedarkan atau memodifikasinya. Source code normalnya tidak tersedia. Contoh dari propietary software adalah sistem operasi windows. Jenis software ini yang paling banyak dikenai razia oleh pihak yang berwajib.

Open source software

Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.

Open source software seringkali rancu dengan free software, padahal ada sejumlah hal yang harus dipenuhi bila dianggap sebagai open source software, yaitu bebas didistribusikan tanpa adanya persyaratan royalty, program harus memiliki source code, lisensi harus bisa dimodifikasi dan diturunkan, integrity dari pembuat source code, lisensi tidak mendiskriminasi seseorang atau sekelompok orang, tidak ada diskriminasi melawan area pengembangan, hak cipta pada suatu program harus mampu diaplikasi dan didistribusi kembali oleh siapapun, lisensi tidak mengacu pada spesifikasi suatu produk, lisensi tidak membatasi tempat dimana software tersebut didistribusikan, dan lisensi harus berisi teknologi yang netral.

Fungsi

Beberapa fungsi software antara lain :

  • mengatur Input atau Output (I/O) dari PC
  • menyediakan dan mengatur serta memerintahkan hardware agar dapat berjalan dengan baik
  • menjalankan perintah-perintah tertentu seperti menggambar, memutar musik atau film.
Advertisements
Categories: IPTEK

Pindahkan Partisi Instalasi Ke Partisi Lain

August 13, 2009 Leave a comment

Pernahkah anda berpikir untuk memindahkan instalasi Linux anda ke partisi atau hard drive yang lain dan membuatnya tetap dapat dijalankan?! Jika ya, anda tidak perlu khawatir karena Linux bisa melakukan itu. Artinya, anda dapat memindahkan seluruh isi hard drive berupa instalasi Linux ke hard drive lain dan anda pakai kembali dengan baik. Dengan demikian, logikanya anda dapat melakukan copy sebuah sistem Linux dari komputer satu ke komputer yang lain atau dalam bahasa JAWAnya disebut CLONE.

  • Sebelum memulai prosesnya, sediakan sebuah Live CD Linux untuk digunakan sebagai senjata ampuh. Anda bisa gunakan distro apa saja, namun disarankan anda memakai distro yang memiliki Gparted untuk memudahkan pekerjaan.
  • Setelah anda menyiapkan Live CD Linux, gunakan CD tersebut untuk booting sehingga komputer bekerja melalui Live CD tersebut.
  • Sebelum melakukan copying isi hard drive, tentu saja anda harus melakukan mounting hard drive sumber dan hard drive tujuan.
  • Masih melalui Live CD, copy isi disk sumber ke disk tujuan melalui terminal dengan perintah:

$ sudo cp –afv /path/drive/sumber/* /path/drive/tujuan

  • Pastikan anda memberikan simbol asterisk (*) pada akhir drive sumber
  • Proses copying akan dilakukan, dan saya yakin anda harus menunggu beberapa lama tergantung besarnya memori yang anda gunakan. Jadi, sabarlah untuk menunggu proses copying. Setelah proses copy selesai, silakan matikan komputer anda dan anda bisa melepaskan drive sumber copy.
  • Setelah anda melepaskan drive sumber, silakan boot kembali komputer masih dengan Live CD, saya ulangi, Live CD.
  • Setelah kembali ke X window, silakan mount kembali drive/partisi yang tadi menjadi tujuan copy.
  • Jalankan pada terminal “gksu gedit” atau “nano” ataupun “vi” untuk membuka teks editor sesuka anda.
  • Lakukan editing pada file yang ada pada /etc/fstab. Pada file tersebut, ganti UUID atau device entry dengan mount point berupa / atau partisi root ke arah hard drive baru anda. Untuk menemukan UUID drive baru, anda bisa gunakan perintah:

$ ls –l /dev/disk/by-uuid/

  • Setelah itu, edit file /boot/grub/menu.lst. Ganti entry UUID yang berada di bagian paling akhir file dengan entry yang benar.
  • Langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi grub. Jalankan perintah sudo grub ataupun su grub untuk menjadi root dan membuka grub.
  • Pada prompt grub, ketikkan find /boot/grub/menu.lst. Perintah ini akan menghasilkan keterangan tentang partisi dan nomor partisi, seperti hd(0,0) atau semacamnya.
  • Ketikkan: root hd(0,0) dengan catatan, ganti hd(0,0) dengan partisi teratas hard drive yang anda miliki.
  • Selanjutnya adalah melakukan setup grub dengan perintah: setup hd(0) dengan ketentuan bahwa hd(0) anda ganti dengan nomor drive teratas yang anda miliki. Sebagai catatan, anda tidak perlu menambahkan koma dan nomor setelah koma.
  • Langkah terakhir adalah reboot, dan silakan boot dari hard drive. Jika anda mengikuti langkah ini dengan baik, maka anda dapat menggunakan sistem yang anda telah copy.

Catatan terakhir sebelum anda copy sistem ini, jangan pernah menyimpan data anda pada drive sistem untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Disadur dari Linux.com

Categories: IPTEK