Archive

Archive for the ‘Puisi’ Category

Cinta adalah “words”

July 20, 2008 1 comment

Saat ini apakah ada yang memaknai cinta
dalam hidupnya diselimuti cinta
melewati hari dengan cinta
bernafas dengan cinta
kebahagian dengan cinta
kesedihan dengan cinta
merasakan dengan cinta
melihat dengan cinta
mendengar dengan cinta
angan – angan dengan cinta
tidur dengan cinta
bermimpi dengan cinta
meggapai dengan cinta
rindu dengan cinta
semuanya hanyalah bualan manusia
bunga pun akan layu bila dicintai
dan manusia juga akan mati
malam-malamku adalah catatan tentang cinta
dinginnya menghangatkan dan memberi noktah
alam ini jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa
Apakah ada cinta itu berkata lelah???

Advertisements
Categories: Puisi

die

July 17, 2008 1 comment

The spring, my dear,
Is no longer spring.
Does the blackbird sing
What he sang last year?
Are the skies the old
Immemorial blue?
Or am I, or are you,
Grown cold?

Though life be change,
It is hard to bear
When the old sweet air
Sounds forced and strange.
To be out of tune,
Plain You and I . . .
It were better to die,
And soon!

Categories: Puisi

………………

Jika seorang mistik menyatakan dari dalam pikiran

Tentang hukum cinta maka pernyataan itu salah

Kesempurnaan sengaja bercacat

Siapa yang tak terusik cacat,sebenarnya dia sempurna

Pencari pantai tak akan tenggelam di dalam samudra cinta

Sebab orang yang mencari pantai bukanlah pecinta

Meski dijalan pecinta yang ada hanyalah sang kekasih

Ketabahan, nafsu, rasa, terpesona, dan peniadaan

diri dan sifat” juga ada

Cahaya penyatuan membutakan mata yang

Membedakan semua bentuk,

Telah kehilangan daya pilah yang sebenarnya .

Aku terpikat sang kekasih

Seperti serangga kepada nyala api

Ketika aku datang kepada indraku

Aku terbakar di dalam nyala api itu

-Asheq-e sfahani-

Categories: Puisi

“Syair Cinta”

Semoga, sayap patahku
cukup menghangatkan pangeran hati
Yang melambungkan bahagiaku,
meneduhkan di saat diri telah merapuh

Kini kumengerti arti penantian
memahami makna gelombang sebelum daratan

saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa
derai tawaku menjadi bintang di langit terang
binar mataku cahaya di jiwanya
dia labuhan hatiku

Categories: Puisi

entah…..

tadi pagi,,,,,
kukatakan kepadanya,,,,
tentang bait-bait syair…
dengan menghela nafas…..

malam-malam penantian terasa begitu lambat….
seolah tak mengerti tentang perasaan hatiku,,,,,
kuharap tidak meninggalkanku….
karena begitu sunyi…..

entahlah,,,,
apakah ini akan berarah…
seperti perahu yang berlayar,,,,
hingga ke tujuan atau terdampar,,,

atau seperti embun,,,
yang jika tetap pagi,,,,
akan terasa dingin…
atau menguap karena sinar…

benarkah aku melihat cahaya,,,
atau hanya sekedar lalu saja….
dan tergantikan…
tapi telah sewindu lamanya,,,,

purnama yang kurindu,,,
masih lebih sering kutemui,,,
dan malam-malam….
masih tetap merindu…

ingin kuungkapkan segalanya,,,
apakah masih bisa…
jika aku hanyalah sebatas…
dan ia melambung ke angkasa…

Categories: Puisi

tak……

Ada sebuah lukisan yang sangat indaah sekali, kulihat ada sebuah pemandangan dengan pegunungannya yang menjulang tinggi keangkasa ,dikelilingi oleh hamparan sawah yang menghijau,didekatnya ada air terjun yang sangat jernih airnya.

Ada sebuah ukiran yang sangat indaah sekali, ukiran tersebut bertahtahkan emas,dihiasi oleh mutiara, intan, berlian yang berkemilauan cahayanya

kubertanya “apakah lukisan dan ukiran tersebut bisa dihapus?jawabannya adalah tidak bisa, dikarenakan yang melukis dan yang mengukir adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Begitulah cinta pada diri manusia, tidak bisa dihapus karena yang menciptakan adalah Tuhan Yang Maha Esa

Categories: Puisi

penantian

dalam kesunyian tabir malam ada seribu keresahan,
dalam menanti suatu ungkapan yg tak bisa dimengerti jiwa,
selautan kasih diluahkan namun alam masih tak mengerti apakah malamku berteman bayu kesedihan,
pasrah aku dalam penantian menantikan kehadiran sang cinta.siapakah itu jiwaku kelam dalam lautan cinta.

Categories: Puisi